
1. Ular Pelangi: adalah ular yang termasuk anggota suku Xenopeltidae, Ular ini dijuluki nama pelangi karena lapisan transparan pada sisiknya membiaskan warna-warni seperti pelangi cahaya matahari.
Sisi atas tubuh (dorsal, punggung) berwarna coklat atau abu-abu kehitaman, merata (unicolor: berwarna seragam) dan berkilauan apabila terkena cahaya. Sisik-sisik dorsal dalam 15 deret. Deret terbawah berwarna putih, beberapa deret berikutnya seperti warna punggung umumnya namun dengan tepian berwarna putih. Sisi bawah tubuh (ventral) putih.
Ular muda dengan kepala dan leher yang berwarna putih, kecuali moncongnya yang kecoklatan. Warna putih ini berangsur-angsur menghilang bersama dengan bertambah besarnya sang ular. Panjang sekitar 80cm - 130 cm.
Ular pelangi termasuk golongan ular yang tidak berbahaya. Ular ini tidak berbisa dan biasanya tidak mau menggigit ketika ditangkap. Tatkala baru terpegang, ular pelangi kerap menggetarkan ekornya kuat-kuat. Ular ini juga mengeluarkan cairan berbau memualkan seperti bau bawang putih yang keras untuk mengusir musuhnya.
Dikalangan penggemarnya ular ini dikenal sangat kalem, cocok bagi pemula, tidak menggigit.Makanannya adalah anak katak atau katak kecil, ikan kecil, kadal, bahkan tikus putih juga mau, memberi makan cukup seminggu sekali atau dua kali dalam seminggu. Anda bisa memeliharanya dalam aqurium yang beralaskan kertas koran, dan senantiasa jaga terus kebersihannya.
Anda tertarik, Kami sediakan Ular pelangi dengan harga hanya Rp100.000 - per-ekor. (Belum termasuk ongkos kirim)
Tipikal dia merupakan ular yang jinak tidak menggigit, senang bergelung di tangan karena memang asalnya hidup di da
han pepohonan. Ular yang kami sediakan peranakan Papua, di pedalaman Papua, penduduk asli biasa menggunakannya sebagai gelang tangan, karena itu Ular ini juga disebut disebut dengan "Boa Gelang". Mono Pohon memiliki banyak variasi warna dan motif, yang pada umumnya dari coklat sampai hitam. Mono pohon merupakan ular yang aktif pada malam hari (nocturnal). Mereka biasa memakan kodok, kadal, cicak maupun pingkies. Berkembang biak dengan cara melahirkan anak-anaknya yang dapat mencapai sepuluh ekor. Merupakan ular yang cocok kita pilih sebagai awal memelihara ular karena eksotik dan sifat jinaknya. Cukup sediakan ranting dan minum di dalam kandangnya. Kalau bisa setiap hari dijemur sebentar agar metabolismenya lebih baik. Jadi amat sederhana memeliharanya. Jadi ular ini cocok bagi pemula yang ingin memelihara ular, tidak berbahaya, amat jinak, suka bermain di tangan kita, rasanya seperti dipijat, sepertinya kayak dipijat, enak.... betul, coy....Panjang ular ini antara 60 cm s/d 100 cm.
Harga : Rp 150.000 (Belum termasuk ongkos kirim)

3- Ular Phyton/Sanca/Sawah jenis Reticulatus adalah jenis ular tidak berbisa yang terbesar dan terpanjang di dunia, panjangnya bisa mencapai 10 meter, namun seringkali saat ini yang umum ditemui panjangnya sekitar 5-8 meter, dan beratnya bisa mencapai 150-an Kg, usianya pun panjang bisa mencapai 25 tahun lebih, jenis Reticulatus ini hidup menyebar di hutan-hutan Asia Tenggara, yakni di hutan-hutan tropis dan lembab, makanya seringkali ditemui ular Phyton ini selalu dekat sungai, kolam atau rawa, makanannya adalah mamalia kecil seperti kodok, tikus, ikan, biawak, dan burung. Ular Sawah/Phyton ini --terutama yang kecil-- kerap dipelihara orang karena relatif jinak dan indah kulitnya. Pertunjukan rakyat, seperti topeng monyet, seringkali membawa seekor sanca kembang yang telah jinak untuk dipamerkan. Sirkus lokal juga terkadang membawa sanca berukuran besar untuk dipamerkan atau disewakan untuk diambil fotonya.
Anda bisa membelinya di tempat kami, Ular Sanca anakan, dengan ukuran panjang Max 1,5 meter, harga hanya Rp 250.000 saja, belum termasuk ongkos kirim
4- ULAR JANUR, ini ular termasuk jinak, jarang menggigit, Tidak berbisa, disukai anak kecil, biasa dibuat mainan di sinetron-sinetron, Warnanya Hijau Cerah, Makanan Cicak, Harga Murah Rp 75.000, belum termasuk ongkos kirim.
5- Baby Ular Molurus (Burmese Phytons) adalah sejenis Phyton Jinak yang biasa hidup di
kawasan Asia Tenggara, panjang bisa mencapai 5 meter dan usia hingga 25
tahun, makanannya Tikus. Kami sedia Ular Molurus anakan, panjang sekitar 1
meter, harga murah hanya Rp 390.000 (belum termasuk ongkos kirim)
6- IGUANA Hijau
Reptil jinak ini yang aslinya berasal dari Amerika Tengah, adalah hewan pemakan sayuran(kangkung,Selada Air), dan Buah-Buahan(Wortel,Apel,Pir,Mangga,Pepaya,Melon,Strawberry) amat jinak, cocok untuk teman bermain putera-puteri anda. Harga Rp550.000 (Belum termasuk biaya kirim)
7- KURA-KURA MATAHARI
Sebesar telapak tangan (Heose mysspinosa) berasal dari Kalimantan, dengan sisi-sisi berduri, berwarna coklat matang, makanan buah-buahan seperti Timun, Pepaya, Tomat dll.
Harga Rp 250.000 (belum termasuk biaya kirim)

Hubungi Kami :
Ikatan Pedagang Reptil Surabaya
Jl. Irian Barat-Surabaya
NO SMS (Tidak Terima SMS):
0856-6558-76-445 (Pak Budi-Indosat)
081331-477-136 (Pak Pur-Telkomsel)
0856-48-466-296 (Pak Fan-Indosat)
0817-0343-3923(Pak Rully-XL)
"Aku membeli Ular Mono Pohon sampai sekarang malah menjadi mainan anakku, sehari gak ketemu dengan ular tersebut, anakku benar-benar ngambek berat, terima kasih buat Dik Saifulloh yang telah menghibur anakku dengan mainan ularnya. ".Dody Gatut, Puri Mas-Surabaya
"Pertama beli rasanya takut juga untuk memegangnya, tapi lama kelamaan menjadi hiburan yang menyenangkan, ingin rasanya membeli lagi buat teman bermain dari ular Mono Pohon yang satu ini",
Totok Wisnu, Lumajang
"Ular Pelangi yang saya beli dari www.ular-jinak.co.cc, saat ini saya simpan di aquarium kantor, kali lagi bete, aku pegang-pegang, sekalian buat nakut-nakuti teman kantor, he he he lucu deh, hilang betenya."Tatang Sudjadi, Pondok Blimbing-Malang
" He he mau bilang apa ya, pokoknya puas banget dengan www.ular-jinak.co.cc, gue udah beli dua, ular Pelangi dan ular Mono Poho, lucunya mereka bisa rukun dalam satu kandang, pertama khawatir juga gue jadiin satu, tapi malah bisa akrab, sukur-sukur bisa kawin silang............."
Merdi. S, Pulo Gadung-Jakarta
"Sebagai perempuan awalnya saya merasa takut dan geli, wajar kan.... tapi mas Saiful terus meyakinkan saya, akhirnya jadi keakaraban dengan sang ular, malah saya membayangkan jadi "Penari Ular" bilamana saya bermain dengan ular, ha ha ha ha".
Ny. Hanifah, Mojoagung-Jombang.


